Senin, 08 Agustus 2011

“HANG”

Islamedia - “Tepp”..Astaghfirullah…makalah ku hilang secara tiba-tiba. Padahal besok harus sudah dipresentasikan di depan client. Naskah presentasi yang sudah ku buat 3 hari ini yang memakan waktu tenaga dan pikiran hilang begitu saja. Lenyap. Siapa yang harus ku salahkan?? Ahh ini semua salahku.. karena membiarkan penyakit yang sudah menjalar keseluruh tubuh laptop ku..aku pikir masih bisa bertahan sampai satu bulan lagi, baru rencananya aku servis. Tapi ternyata…ahh aku jadi kesal sendiri..proyek ku gagal. Gara2 laptopku mati total pada malam itu. Ku coba tekan “Ctrl+Alt+Delete” tapi ga ngaruh sama sekali..laptop ku HANG…!! Semua cara ga bisa nanganin, ada satu cara; terpaksa restart…!! Ya Allah…hilang semua apa yang sudah ku tulis tadi...Seketika langsung ku contact fuad temanku seorang teknisi computer.
“bos, laptop ane ko tiba2 mati yah?”
“hmmm…ada banyak faktor akh farid, kenapa computer mati secara mendadak atau hang. bisa karena terserang virus, memory kepenuhan, ada shofware yang tidak terinstal sempurna, bisa karena terlalu banyak software yang dijalankan, jarang merawat dan membersihkan juga salah satu penyebab komputer hang, atau kapasitas hardisk sudah terpakai maksimum, sehingga jalannya program menjadi lambat, sampai akhirnya membuat komputer kita hang..! antum bawa aja besok ke rumah ane. Nanti coba ane diagnosa mudah2an masih bisa diobatin yaks”
“oh gitu yah…memang sih beberapa minggu ini laptop ane loadingnya lemot banget. Sangat mengganggu produktifitas ane jadinya..tapi mau gimana lagi cuma ini yang ane punya ane juga ga faham gimana ngatasin lemotnya. Ok akh besok ane ke tempat antum, mudah2an masih bisa diselamatkan.”
Kawan..
Mungkin ada satu masa saat kita mengalami “hang” dalam hidup ini. Sebagaimana yang terjadi pada laptop akh farid di atas. Saat kemalasan dalam beribadah begitu memuncak. Saat panggilan-panggilan dakwah tak lagi menarik terdengar di telinga kita. Saat datang halaqoh dengan bermalas-malasan. Saat Tilawah benar-benar terlupakan. Saat qiyamullail menjadi sangat memberatkan. Saat wirid almatsurat menjadi begitu sulit dilakukan. Saat dhuha menjadi begitu enggan dilaksankan, saat shaum sunnah begitu memberatkan, Semua itu adalah indikasi bahwa kita sedang mengalami “hang” dalam hidup ini.
“hang” ini bukan masalah sederhana..komputer bisa error dan bahkan mati total jika dibiarkan penyakit yang didalamnya terus menggerogotinya. Perlu tindakan secepat mungkin agar komputer dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Begitu pun dengan kita, saat penyakit ini datang dalam hidup kita, segeralah di diagnosa dan di cari obatnya agar peran kita diamanapun tetap maksimal.
Jika kesadaran akan kronisnya penyakit yang sedang menjalar dan menggrogoti tubuh kita tak segera ditumbuhkan, maka kematian hati secara total mungkin saja terjadi. Al hasil pundi amal yang dulu sering kita kumpulkan harus diakhiri dengan ending yang menyedihkan. Mati dalam keadaan suul khotimah..astaghfirullah.
Sebenarnya jika sudah terasa virus-virus wahn menjangkiti tubuh kita, ada baiknya melakukan refresh diri kita. Kalo bahasa komputer , saat komputer dirasa beroperasinya tak selancar biasanya, ada gerak yang tersendat maka segeralah “klick kanan tekan refresh lalu tekan F5”. Ini dimaksudkan agar komputer dapat bekerja lebih baik dan tidak mengalami “hang” karena mungkin terlalu banyak perintah atau program yang dijalankan. Begitupun pada diri kita, saat dirasa gerak langkah semakin melemah, cobalah untuk “klik kanan tekan refresh lalu tekan F5” di maksudkan agar kejumudan hidup dapat segera diatasi dengan kembali menyegarkan hati dan fikiran agar dapat segera pulih dan semangat kembali dalam menunaikan segala tugas di muka bumi. Mari kita singkat “klik kanan tekan refresh lalu tekan F5” menjadi “Refreshing”
Refreshing ini salah satu cara untuk mengembalikan fikiran dan hati yang sudah mulai terkontaminasi virus jumud. Tapi refreshing bukanlah obat yang dapat mengatasi penyakit jumud secara permanen, ia hanya berperan sesaat dan harus di barengi dengan kemauan untuk menjaga stamina tubuh agar dapat kembali menjadi sosok yang siap bekerja kembali menuntaskan tugas-tugas di bumi ini.
Kawan…
“Hang” adalah sebuah kondisi yang tidak boleh disepelekan. Jika tidak segera dibenahi bisa menyebabkan “kematian” yang merugikan. Mari kita cari cari tau penyebab “hang” dalah hidup kita.
1. Terjangkit Virus
Pernah mendengar Virus Merah Jambu (VMJ)?? Tentu pernah bukan. Pertananyaanya pernahkah terjangkit virus ini?? Mungkin sebelum hidayah Allah menyentuh kita, virus yang satu ini seperti sudah menghipnotis hidup kita. Namun setelah ikut tarbiyah, kita pun mengenal anti virus yang hebat untuk menghadang masuknya virus merah jambu ini. Yaitu Cinta Allah saja. Ini anti virus yang harus terus di update. Agar aktivitas dakwah kita tidak berjalan lemot atau LoLa (Loading Lama). Lalu adakah virus lain yang selalu menjangkiti tubuh kita?? “BANYAK!!” kecintaan kita pada dunia yang berlebihan juga merupakan virus yang harus di waspadai. Kecintaan kita pada anak istri, keluarga, orang tua, saudara-saudara, pada harta kekayaan, pada dagangan, dan lain sebagainya, yang menyebabkan cinta kita pada Allah menjadi turun harus diwaspadai benar. Karena semua virus itu sangat mudah membuat segala pribadi yang tangguh menjadi loyo, bahkan mampu melelehkan baja sekalipun. Disinilah “hang” akan mulai beraksi…(baca : At-Taubah : 24)
2. Terlalu Banyak Amanah
Beratnya beban dakwah yang diamanahkan memang tidak bisa dipikul oleh seorang diri. Dibutuhkan sekelompok manusia yang solid untuk menjalankannya. Terkadang keindahan teori amal jama’I, tidak dapat diaplikasikan seperti keindahan teorinya. Terkadang ada saja kader-kader yang memiliki semangat yang menggebu-gebu seolah semua amanah baru bisa dijalankan sempurna olehnya. Sungguh ini adalah semangat yang keliru. Semangat yang tak terkontrol dengan baik. Sehingga merasa semua amanah hanya dia yang mampu menjalankannya, alhasil menumpuklah amanah padanya, dan tak dipungkiri, dibalik semangatnya yang menyala, ada ketsiqohan yang memadam pada saudaranya. Ending nya kekecewaan yang mendalam, dan merasa kerja seorang diri..detik-detik “hang” pun mulai terjadi…
3. Terlalu Banyak Program
Banyak program; bagus..terlalu banyak program; tidak bagus. Manis itu enak, terlalu manis tentu tidak enak. Pedas itu mantap, terlalu pedas; bisa bikin sakit perut. Apapun itu yang sifatnya “terlalu” tentu tidak baik bagi siapapun..sekalipun pada harta kekayaan, jika terlalu kaya akan menimbulkan kesombongan laksana Fir’aun ataupun Qorun.
Terlalu banyak program yang dijalankan, pun akan mengakibatkan terlalu banyak waktu tenaga serta fikiran yang harus disiapkan. Satu lagi akan berimbas juga dengan terlalu banyak biaya yang harus di keluarkan. Kegiatan walaupun kecil dan sedikit tapi itu bersifat istimroriyah / berkesinambungan, itu akan lebih memiliki efek yang signifikan, dibanding program yang besar dan menyita konsentrasi serta potensi yang hasilnya belum tentu memuaskan. Imbas dari banyaknya program yang dijalankan juga menjadikan produktifitas agak menjadi terhambat, ada yang merasa sibuk sendiri, karena harus ngurus ini, itu, ini, itu, ini, dan itu..sehingga menjadi kelelahan sendiri, dan merasa butuh istirahat sejenak..yupz “hang” mulai beraksi..hati-hati..
4. Maintenance
Ini dia salah satu hal yang juga sangat penting di perhatikan. Pernah dengar komentar seperti ini kawan “coba lihat, mana yang terawat dan tidak terawat” jika kita diminta untuk membandingkan 2 baju putih mana yang terawat dan tidak terawat tentu akan nampak dan dapat menilai secara zahir. Lalu bagaimana dengan hati manusia?? Bisakah kita menilai? Mungkin secara zahir bisa, tapi secara bathin?? Hmmm… nampaknya agak sulit. Karena belum tentu mereka yang terlihat rajin ibadahnya, bagus juga kualitas hidupnya di masyarakat. Pernah denger guru ngaji yang memperkosa tetangganya? Pernah denger juga, seorang pelacur yang memberi minum pada se ekor anjing yang kehausan?? Bukankah perbedaan yang sangat jauh antara guru ngaji dan seorang pelacur?? Lalu kenapa seolah perbuatan itu terbalik?? Jawabannya satu “maintenance”.
Seorang guru ngaji boleh saja dibilang seorang ustadz yang disegani, pandai mengaji dan mengajarkan ilmu, namun jika ia tak rajin atau malas merawat keimanannya dan ke-ikhlasannya, bukan tidak mungkin ia menjadi manusia bejad tak beradab. Sama seperti kita kawan, apa yang sudah kita dapat dari tarbiyah-tarbiyah yang kita lakukan, jika tak di rawat dengan selalu menjaga kualitas ruhiyah agar tetap stabil dan meningkat, tentu kita pun akan mengalami “HANG”.
Mudah2an kita sadar dengan diri kita sendiri. Sehingga gejala-gejala “hang” yang mulai terasa dapat segera teratasi. Mari sama-sama kita saling muhasabah dan memutaba’ah amal yaumiyah kita masing-masing. Dan menyambut dengan baik setiap program usbu’ ruhiy yang sekarang gencar di sosialisasikan tiap bulannya. Itu semua dilakukan, agar kita para kader dakwah tidak mengalami kehilangan naskah kebajikan yang harus di presentasikan dengan bangga di kampoeng akhirat kelak gara-gara kematian yang tiba-tiba terjadi sedang kita dalam keadaan “HANG”. Naudzubillah min dzalik…
Wallahu’alam bisshowab.

Abu rafah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar